Oleh : Ani Rahayu
Sebuah kata - kata yang sering diungkapkan para penasehat
religi, terutama di majlis ta' lim ibu - ibu atau pada acara persepsi
pernikahan setelah akad nikah, pihak KUA,menitik beratkan pada konsep sebuah
pernikahan adalah dimana kedua insan laki - laki dan perempuan disatukan dalam
sebuah ikatan , yang pada dasarnya keduanya bisa saja tidak saling megenal
,berbeda budaya, berbeda kebiasaan berbeda latar belakang sejarah,harus bersatu
dalam kurun waktu yang panjang dan lama .Ini membutuhkan kekuatan yangvdi
dasari keimanan dan ketaqwaan serta kesabaran.Dengan belajar agama semua makna
duniawi mampu ditundukan , semua perbedaan bisa disamakan,semua konflik mampu
di integrasikan, kuncinya menerima ajaran agama yang di anutnya dan mampu di
praktekkan dalam kehidupan sehari - hari.
Pernikahan bukan suatu
prestise semata tapi sebuah pertangungjawaban, ladang amal, ladang sodakoh ,ladang amal jariah dimana
kedua manusia diuji dalam berbagai hal, belajar
dalam berbagai ilmu kehidupan bermasyarakat, belajar menjadi insan untuk
mendapatkan surganya Alloh Subhanawata'ala.
Kebahagiaan adalah
suatu hasil dari yang telah diperjuangkan ,dari semua usaha yang dihasilkan,
kebahagiaan adalah kata-kata, dari membaca sebuah simbol yang ada di dalam di
manusia di sebuah kehidupan berumah tangga, terpancar ,terlihat jelas riil ,
dan meberikan aura cahaya kemakmuran ditandai dengan berbagai ciri apakah dalam
bentuk materi, jabatan,kepangkatan , idikatornya adalah kesuksesan yang didapat di capai seseorang.
Apakah kebahagiaan dapat
disembunyikan?
Kebahagiaan yang
hakiki adalah kebahagiaan tersembunyi
,dimana hubungan batin di dalam keluarga terikat kuat,antara suami,istri
dan anak, hubungan orang tua dan anak senada,seperasaan walau jarak
memisahkan,hubungan dengan tetangga ,lingkungan saling menegur, saling
menghormati, tenggang rasa dan tidak sok akrab so dekat, tetap jaga jarak
privasi dan tak pernah ikut campur urusan orang lain, apalagi hubungan khusus
antara manusia dengan Yang Maha kholiq itu melekat dalam hati
sanubari,tersimpan dalam nurani . Maka dalam kehidupan manusia terjadi
keseimbangan hidup habluminanas dan habluminalloh itulah target kebahagiaan
yaitu mencapai keselamatan dunia dan akherat sepanjang umur manusia hidup di
dunia.Jika semua keilmuan dalam hidup
bermasyarakat sudah dipelajari dikuasai ,diterapkan dalam berumah tangga dalam
bergaul ,dalam bekerja,dalam beroganisasi ,dapat meminimalisir tak akan ada
lagi konflik yang faktor penyebabnya adalah perbedaan , baik perbedaan pola
pikir , perbedaan suku ,perbedaan budaya , etnis, perbedaan pendapat ,dan
perbedaan jenjang pendidikan.dan banyak perbedaa- perbedaan dalam sebuah rumah
tangga, disatukan karena taqdir jodoh , karena Alloh yang telah mempertemukan.
Akan tetapi rasa
bahagia, dirasa seperti panjangnya lidah dalam menikmati rasa ketika dirasa
enak, manis, pedes, pahit itulah rasa sepanjang lidah setelah sampai ke perut
semua sama saja.
Kebahagiaan dalam keluarga sudut
pandang manusia berselang seling dengan waktu berjalan dalam proses . kehidupan
yang selalu berpasangan ada siang ada malam, ada kanan ada kiri , ada duka ada
bahagia.
Kebahagiaan yang yang hakiki adalah
seberapa besar diri ini telah
menguntungkan orang lain khusunya anggota keluarga, baik secara ekonomi telah
berbagi materi untuk keluarga dan orang lain, untuk kemaslahatan , berdaya guna
bagi keluarga dan untuk orang lain, sudah sejauh mana kita melayani seluruh
anggota keluarga dengan baik dan orang – orang yang membutuhkan pelayanan dari
diri kita dalam segala kebaikan. Bagi seorang ibu bahagia ketika sudah beres mengerjakan semua
pekerjaan rumah tangga mulai dari belanja sampai masak , mulai dari mencuci
pakaian sampai nyetrika , mulai masak sampai menyajikan dan mencuci piring dan
barang yang kotor, mulai menyapu sampai ngepel, mengajarkan anak dari tadinya
yidak bias menjadi bias dan lancer yang tadinya tidak tahu menjadi tahu , yang
tadunya tidk mengerti menjadi mengerti.Bahagia ketika mampu memciptakan semua
anggota keluarga makan bareng di rumah bersama – sama, kemudian makanan yang
dimasak itu habis dan mengucapkan masakan ibu enak sambil tersenyum .., kemudian
nanti bikin lagi yah bu….., wah itu spirit imun kebahagiaan bagi seorang ibu
dalam kehidupan sehari – hari. Apalagi kalau ssemua anak dibelikan sesuatu apa
saja yang di terima , kemudian di terima dengan baik dan mengucapkan ,
terimakasih yah bu…., Apalagi jika kita seorang ibu maupergi ke luar pakaian
sudah rapih kemudian seorang anak mengucapkan ,hati – hati yah bu…. Sambil
mengantarkan ke depan pintu,…. Apalagi di setiap luang waktu makan bersama ,
kemudian seorang ibu kebetulan punya profesi kesibukan tak sempat ambil makan
sarapan pagi, oleh suami yang masih punya waktu banyak di rumah diambilkan
makan dan disuapi , sambil bilang sarapan dulu , biar sehat …. Biar kuat sambil
tersenyum dan menyuapi sampai habis sekalian di ambilkan minumnya, peristiwa
itu memiliki cerita saling bergantian tatkala kesibukan menimpa di antara
anggota keluarga.
Hakekatnya seorang ibu
fitrah nya seorang perempuan.seluruh pekerjaan rumah dinikmati dan disenangi
dalam setiap waktu ,memiliki jadwal yang padat tanpa mengabaikan salah satu
kewajiban , di buat sedemikian adil dan
seimbang , ibadah terus dikerjakan , belajar terus ditekuni, mendidik terus
dijalankan, menebar kebaikan terus dikembangkan , doa - doa terus
dipanjatkan,kesabaran terus ditingkatkan, kecerdasan berfikir terus di asah,
kesehatan sangat di jaga demi kelangsungan hidup keluarga, menurutku itulah
kebahagiaan keluarga, adapun materi yang menghiasi sebuah rumah yang di tempati
sebuah keluaraga itu adalah bonus dari
semua anggaran pendapatan rumah tangga berasal dari penghasilan suami dan
istri dikurangi pengeluaran rutin pokok
dan penting dalam rumah tangga serta
dana silaturahmi pada saudara , tetangga , teman , rekan kerja sebagai zakat
dan mal dari semua penghasilan yang didapatkan.
Sungguh luar
biasa apabila kita dalam berumah tangga di setiap langkah dan gerak kehidupan
rumah tangga kita mampu menjalankan semuanya dengan lancar ketika ada hambatan
mampu menyelesaikannya, menciptakan solusi tanpa ada yang dirugikan secara
sikap dan perkataan, biasa saling memaafkan , memahami, mengerti , saling
mendukung dan bekerja sama dengan baik serta solid,itulah kebahagiaan
dunia dan berharap kebahagiaan
akheratpun harus didapatkan , memiliki anak – anak yang soleh – soleha,
pendidikan yang tinggi tercukupi, segala kepentingannya, bersikap sopan santun
, berahkaq mulia, menyayangi ayah ibunya, mencintai keluarganya, hormat pada
guru. Tekun beribadah.
Semoga
setiap perempuan menginginnkan sama dalam sebuah keluarga ,sederhana
kehidupannya, menarik dan tidak membosankan dengan tutur kata yang santun dalam
berbicara, saling menghagai pendapat yang berbeda, menyimak perbedaan pendapat
dalam keluarga sering terjadi seiring berjalannya roda kehidupan mampu dilalui dengan penuh kendali dan
peduli. Menjalani hari – hari penuh arti kehadiran ibu sangat dirindu, kasih
sayang sebagai penerang jiwa yang tenang, anak menjadi permata perhiasan dunia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar