Selasa, 21 September 2021

HAPPY FAMILY

                                                                               


                                                                     

                                                                
                                                                  BAYTI JANNATI

Oleh :  Ani Rahayu

 

                         Sebuah kata  - kata yang sering diungkapkan para penasehat religi, terutama di majlis ta' lim ibu - ibu atau pada acara persepsi pernikahan setelah akad nikah, pihak KUA,menitik beratkan pada konsep sebuah pernikahan adalah dimana kedua insan laki - laki dan perempuan disatukan dalam sebuah ikatan , yang pada dasarnya keduanya bisa saja tidak saling megenal ,berbeda budaya, berbeda kebiasaan berbeda latar belakang sejarah,harus bersatu dalam kurun waktu yang panjang dan lama .Ini membutuhkan kekuatan yangvdi dasari keimanan dan ketaqwaan serta kesabaran.Dengan belajar agama semua makna duniawi mampu ditundukan , semua perbedaan bisa disamakan,semua konflik mampu di integrasikan, kuncinya menerima ajaran agama yang di anutnya dan mampu di praktekkan dalam kehidupan sehari - hari.

                        Pernikahan bukan suatu prestise semata tapi sebuah pertangungjawaban, ladang amal,  ladang sodakoh ,ladang amal jariah dimana kedua manusia diuji dalam berbagai hal, belajar  dalam berbagai ilmu kehidupan bermasyarakat, belajar menjadi insan untuk mendapatkan surganya Alloh Subhanawata'ala.

                        Kebahagiaan adalah suatu hasil dari yang telah diperjuangkan ,dari semua usaha yang dihasilkan, kebahagiaan adalah kata-kata, dari membaca sebuah simbol yang ada di dalam di manusia di sebuah kehidupan berumah tangga, terpancar ,terlihat jelas riil , dan meberikan aura cahaya kemakmuran ditandai dengan berbagai ciri apakah dalam bentuk materi, jabatan,kepangkatan , idikatornya adalah  kesuksesan yang didapat di capai seseorang.

Apakah kebahagiaan dapat disembunyikan?

                         Kebahagiaan yang hakiki adalah kebahagiaan tersembunyi  ,dimana hubungan batin di dalam keluarga terikat kuat,antara suami,istri dan anak, hubungan orang tua dan anak senada,seperasaan walau jarak memisahkan,hubungan dengan tetangga ,lingkungan saling menegur, saling menghormati, tenggang rasa dan tidak sok akrab so dekat, tetap jaga jarak privasi dan tak pernah ikut campur urusan orang lain, apalagi hubungan khusus antara manusia dengan Yang Maha kholiq itu melekat dalam hati sanubari,tersimpan dalam nurani . Maka dalam kehidupan manusia terjadi keseimbangan hidup habluminanas dan habluminalloh itulah target kebahagiaan yaitu mencapai keselamatan dunia dan akherat sepanjang umur manusia hidup di dunia.Jika semua keilmuan  dalam hidup bermasyarakat sudah dipelajari dikuasai ,diterapkan dalam berumah tangga dalam bergaul ,dalam bekerja,dalam beroganisasi ,dapat meminimalisir tak akan ada lagi konflik yang faktor penyebabnya adalah perbedaan , baik perbedaan pola pikir , perbedaan suku ,perbedaan budaya , etnis, perbedaan pendapat ,dan perbedaan jenjang pendidikan.dan banyak perbedaa- perbedaan dalam sebuah rumah tangga, disatukan karena taqdir jodoh , karena Alloh yang telah mempertemukan.

                        Akan tetapi rasa bahagia, dirasa seperti panjangnya lidah dalam menikmati rasa ketika dirasa enak, manis, pedes, pahit itulah rasa sepanjang lidah setelah sampai ke perut semua sama saja.

Kebahagiaan dalam keluarga sudut pandang manusia berselang seling dengan waktu berjalan dalam proses . kehidupan yang selalu berpasangan ada siang ada malam, ada kanan ada kiri , ada duka ada bahagia.

                      Kebahagiaan yang yang hakiki adalah seberapa besar diri ini  telah menguntungkan orang lain khusunya anggota keluarga, baik secara ekonomi telah berbagi materi untuk keluarga dan orang lain, untuk kemaslahatan , berdaya guna bagi keluarga dan untuk orang lain, sudah sejauh mana kita melayani seluruh anggota keluarga dengan baik dan orang – orang yang membutuhkan pelayanan dari diri kita dalam segala kebaikan. Bagi seorang ibu  bahagia ketika sudah beres mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga mulai dari belanja sampai masak , mulai dari mencuci pakaian sampai nyetrika , mulai masak sampai menyajikan dan mencuci piring dan barang yang kotor, mulai menyapu sampai ngepel, mengajarkan anak dari tadinya yidak bias menjadi bias dan lancer yang tadinya tidak tahu menjadi tahu , yang tadunya tidk mengerti menjadi mengerti.Bahagia ketika mampu memciptakan semua anggota keluarga makan bareng di rumah bersama – sama, kemudian makanan yang dimasak itu habis dan mengucapkan masakan ibu enak sambil tersenyum .., kemudian nanti bikin lagi yah bu….., wah itu spirit imun kebahagiaan bagi seorang ibu dalam kehidupan sehari – hari. Apalagi kalau ssemua anak dibelikan sesuatu apa saja yang di terima , kemudian di terima dengan baik dan mengucapkan , terimakasih yah bu…., Apalagi jika kita seorang ibu maupergi ke luar pakaian sudah rapih kemudian seorang anak mengucapkan ,hati – hati yah bu…. Sambil mengantarkan ke depan pintu,…. Apalagi di setiap luang waktu makan bersama , kemudian seorang ibu kebetulan punya profesi kesibukan tak sempat ambil makan sarapan pagi, oleh suami yang masih punya waktu banyak di rumah diambilkan makan dan disuapi , sambil bilang sarapan dulu , biar sehat …. Biar kuat sambil tersenyum dan menyuapi sampai habis sekalian di ambilkan minumnya, peristiwa itu memiliki cerita saling bergantian tatkala kesibukan menimpa di antara anggota keluarga.

                     Hakekatnya seorang ibu fitrah nya seorang perempuan.seluruh pekerjaan rumah dinikmati dan disenangi dalam setiap waktu ,memiliki jadwal yang padat tanpa mengabaikan salah satu kewajiban , di buat sedemikian  adil dan seimbang , ibadah terus dikerjakan , belajar terus ditekuni, mendidik terus dijalankan, menebar kebaikan terus dikembangkan , doa - doa terus dipanjatkan,kesabaran terus ditingkatkan, kecerdasan berfikir terus di asah, kesehatan sangat di jaga demi kelangsungan hidup keluarga, menurutku itulah kebahagiaan keluarga, adapun materi yang menghiasi sebuah rumah yang di tempati sebuah keluaraga  itu adalah bonus dari semua anggaran pendapatan rumah tangga berasal dari penghasilan suami dan istri  dikurangi pengeluaran rutin pokok dan penting  dalam rumah tangga serta dana silaturahmi pada saudara , tetangga , teman , rekan kerja sebagai zakat dan mal dari semua penghasilan yang didapatkan.

                                Sungguh luar biasa apabila kita dalam berumah tangga di setiap langkah dan gerak kehidupan rumah tangga kita mampu menjalankan semuanya dengan lancar ketika ada hambatan mampu menyelesaikannya, menciptakan solusi tanpa ada yang dirugikan secara sikap dan perkataan, biasa saling memaafkan , memahami, mengerti , saling mendukung dan bekerja sama dengan baik serta solid,itulah kebahagiaan dunia  dan berharap kebahagiaan akheratpun harus didapatkan , memiliki anak – anak yang soleh – soleha, pendidikan yang tinggi tercukupi, segala kepentingannya, bersikap sopan santun , berahkaq mulia, menyayangi ayah ibunya, mencintai keluarganya, hormat pada guru. Tekun beribadah.

                                    Semoga setiap perempuan menginginnkan sama dalam sebuah keluarga ,sederhana kehidupannya, menarik dan tidak membosankan dengan tutur kata yang santun dalam berbicara, saling menghagai pendapat yang berbeda, menyimak perbedaan pendapat dalam keluarga sering terjadi seiring berjalannya roda kehidupan  mampu dilalui dengan penuh kendali dan peduli. Menjalani hari – hari penuh arti kehadiran ibu sangat dirindu, kasih sayang sebagai penerang jiwa yang tenang, anak menjadi permata perhiasan dunia.

 

 

 

                           

                                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar